Mengenal Penyakit Pheochromocytoma

Cancer patient resting

Pexels.com

Pengertian penyakit pheochromocytoma yaitu tumor jinak yang terbentuk di bagian tengah kelenjar adrenal. Kinerja hormon akan terganggu karena adanya tumor ini dan menyebabkan tekanan darah tinggi. 10% dari tumor pheochromocytoma adalah tumor ganas dan 90% adalah tumor jnika. Meskipun jinak, apabila tumor tidak ditangani dengan baik maka bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi yang berkelanjutan dan bisa merusak organ jantung, otak, paru – paru dan ginjal. 

Adanya tumor yang berkembang pada sel kromafin menjadi penyebab dari penyakit pheochromocytoma ini. Sel kromafin adalah sel yang ada i tengah kelenjar adrenal pada satu atau kedua kelenjar adrenal yang ada di atas ginjal. Penyebab tumbuhnya tumor masih belum diketahui secara pasti hingga saat ini. 

Tumor ini mengganggu kerja sel kromafin, yang memiliki fungsi menghasilkan hormon adrenalin dan noradrenalin. Saat seseorang menderita pheochromocytoma, produksi hormon-hormon tersebut akan terganggu. Hal ini menyebabkan perubahan pada detak jantung, tekanan darah, dan gula darah.

Pheochromocytoma juga bisa terjadi di luar kelenjar adrenal, misalnya di area perut (paraganglioma) meskipun kondisi ini jarang terjadi. Penyakit ini sering dialami oleh orang – orang yang mengalami kelainan genetik, contohnya : 

  • Sindrom paraganglioma
  • Penyakit von Hippel-Lindau
  • Neurofibromatosis tipe 1
  • Multiple Endocrine Neoplasia tipe 2 (MEN2)

Terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab gejala pheochromocytoma, seperti : 

  • Persalinan
  • Kelelahan
  • Stres dan cemas
  • Adanya perubahan posisi tubuh
  • Operasi dan obat bius
  • Penggunaan NAPZA contohnya kokain dan amfetamin
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung tyramine tinggi (zat yang bisa mengubah tekanan darah). Yaitu makanan yang diawetkan, difermentasi, diasamkan, terlalu matang, beberapa contohnya yaitu daging asap, coklat, wine, bir dan keju. 

Pengertian penyakit pheochromocytoma adalah penyakit yang termasuk tidak menimbulkan gejala tertentu. Penyakit ini bisa menimbulkan peningkatan produksi hormon – hormon pada kelenjar adrenal sehingga menyebabkan timbulnya gejala dalam beberapa menit bahkan jam. Gejala ini termasuk : 

  • Keringat berlebih
  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar

Gejala lain yang mungkin terjadi yaitu :

  • Kejang
  • Sesak nafas
  • Sulit tidur
  • Pucat
  • Mual dan muntah
  • Merasa cemas
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri di dada dan perut

Gejala pheochromocytoma yang terjadi tergantung pada besar ukuran tumor, semakin besar ukuran tumor maka gajala yang dditimbulkan semakin berat dan sering muncul. Penyakit ini bisa menimbulkan gangguan atau komplikasi. Hal ini dikarenakan tekanan darah tinggi bisa membuat kerusakan di beberapa organ tubuh contohnya jaringan pada sistem jantung dan pembuluh darah, ginjal dan otak. Tekanan darah disebabkan oleh feokromositoma yang bisa menyebabkan beberapa komplikasi seperti : 

  • Stroke
  • Gagal ginjal
  • Penyakit jantung
  • Distres pernafasan akut
  • Kerusakan di sistem saraf pada mata

Penyakit ini bisa diobati dengan cara menghilangkan tumor. Caranya yaitu dengan operasi atau pembedahan. Beberapa obat akan diresepkan oleh dokter untuk menurunkan tekanan darah. Obat yang ddiberikan sebelum operasi berupa golongan penyekat beta dan golongan penyekat alfa. Operasi bisa dilakukan dengan cara mengambil seluruh kelenjar adrenal. Hal ini dikarenakan salah satu kelenjar adrenal yang masih berfungsi bisa menjalankan fungsi untuk menghasilkan hormon yang masih dibutuhkan oleh tubuh.

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini yaitu sebenarnya tidak ada. Tetapi faktor resiko dari penyakit ini bisa menjadi tolak ukur apakah anda bisa terhindar atau tidak dari penyakit ini. Jika faktor resiko tersebut dimiliki, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter agar tidak terjadi kemungkinan gejala yang bisa terjadi. Menjalani gaya hidup sehat serta menjaga berat badan agar tetap ideal juga bisa dilakukan.  

Sumber :

www.halodoc.com

www.alodokter.com

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*